Implikasi Wacana Evaluasi Hakim Mahkamah Konstititusi Pada RUU Tentang Perubahan Keempat Atas UU Nomor 24 Tahun 2003 Terhadap Independensi Mahkamah Konstitusi

Penulis

  • Faisal Nuja Abdillah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.36294/cj.v26i1.4882

Kata Kunci:

Independensi, Evaluasi, Hakim Konstitusi.

Abstrak

Peristiwa pencopotan hakim Mahkamah Konstitusi yang berlandaskan pada evaluasi yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada tahun 2022 masih meninggalkan problematika dalam sistem ketatanegaraan di Indonesia, pasalnya Dewan Perwakilan Rakyat tidak memiliki wewenang untuk mengevaluasi hakim konstitusi. Hal tersebut dapat dilihat sebagai upaya pelemahan yang dilakukan oleh cabang kekuasaan lain terhadap independensi Mahkamah Konstitusi. Dewasa ini upaya pelemahan Mahkamah Konstitusi nampaknya masih belum berhenti. Adanya Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Keempat Atas UU Nomor 24 Tahun 2003 menjadi ancaman baru bagi lembaga Mahkamah Konstitusi, karena salah satu pembahasan dari Rancangan Undang-Undang tersebut membahas mengenai mekanisme evaluasi hakim konstitusi. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji secara komprehensif mengenai implikasi evaluasi hakim konstitusi dalam Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Keempat Atas UU Nomor 24 Tahun 2003 terhadap independensi Mahkamah Konstitusi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan yang memfokuskan pada asas, norma, kaidah hukum dengan memperhatikan permasalahan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggambarkan fakta-fakta hukum dan perundangan undangan yang berlaku dihubungkan dengan teori hukum yang digunakan pada penelitian. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya evaluasi hakim konstitusi dalam RUU tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 akan melemahkan independensi Mahkamah Konstitusi. pelemahan tersebut dapat terjadi karena adanya potensi intervensi cabang kekuasaan lain terhadap Mahkamah Konstitusi. Hakim konstitusi akan lebih mudah dikontrol oleh kelompok tertentu demi untuk mencapai kepentingan tertentu. Selain itu RUU tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 24 Tahun 2003 tidak sejalan dengan politik hukum nasional karena bertentangan dengan konstitusi dan membawa implikasi buruk terhadap sistem ketatanegaraan di Indonesia.  

Referensi

Alamudi, Ichwan Ahnaz. “Bertanya Tentang Hukum Sebagai Produk Politik Dalam Perspektif Politik Hukum Nasional.†Palangka Law Review 2, no. 2 (2022). https://doi.org/10.52850/palarev.v2i2.5333.

Asyikin, Nehru. “Checks and Balances Antara Lembaga Legislatif Dengan Eksekutif Terhadap Perjanjian Internasional Pasca Putusan MK No. 13/PUU-XVI/2018.†PROGRESIF: Jurnal Hukum 14, no. 1 (2020). https://doi.org/10.33019/progresif.v14i1.1653.

Aziz, Norazlina binti Abdul, and Rosa Ristawati. “The Constitutional Power Of The Executive in The Age of Rule of Law: A Comparative Study on Malaysia and Indonesia.†Sociological Jurisprudence Journal 3, no. 2 (2020). https://doi.org/10.22225/scj.3.2.1857.75-83.

Butt, Simon. The Constitutional Court and Democracy in Indonesia. The Constitutional Court and Democracy in Indonesia, 2015. https://doi.org/10.1163/9789004250598.

Crouch, Melissa. Constitutional Democracy in Indonesia. Constitutional Democracy in Indonesia, 2023. https://doi.org/10.1093/oso/9780192870681.

Dixon, Rosalind, and David Landau. Abusive Constitutional Borrowing: Legal Globalization and the Subversion of Liberal Democracy. Abusive Constitutional Borrowing: Legal Globalization and the Subversion of Liberal Democracy, 2021. https://doi.org/10.1093/oso/9780192893765.001.0001.

Djafar, Zaitun Shintia. “POLITIK HUKUM MENCIPTAKAN LEMBAGA PERADILAN YANG INDEPENDEN, WIBAWA DAN AKUNTABEL.†Lex Privatum 4, no. 5 (2016).

Erwanto, Priscila Yunita. “Teori Politik Hukum Dalam Pemerintahan Indonesia.†COURT REVIEW: Jurnal Penelitian Hukum 2, no. 6 (2022): 16. https://aksiologi.org/index.php/courtreview/article/view/673%0Ahttps://aksiologi.org/index.php/courtreview/article/download/673/501.

Fajar, Mukti, and Yulianto Achmad. Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.

Hakim, Muh Ridha. “TAFSIR INDEPENDENSI KEKUASAAN KEHAKIMAN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI.†Jurnal Hukum Dan Peradilan 7, no. 2 (2018). https://doi.org/10.25216/jhp.7.2.2018.279-296.

Hasan, Zainudin, Azzahra Bunga Cantika, Hermita Liana Sari, and Putu Nanda Karenita Indiana. “Harmonisasi Sumber Hukum: Jurisprudensi Dan Konstitusi Tertulis Dalam Filsafat Dan Penerapan Hukum.†INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research 3, no. 2 (2023).

Islamiyati, Islamiyati, and Dewi Hendrawati. “Analisis Politik Hukum Dan Implementasinya.†Law, Development and Justice Review 2, no. 1 (2019): 104–17. https://doi.org/10.14710/ldjr.v2i1.5139.

Lamataro, C W T, C M D Bire, and ... “Mahkamah Konstitusi Dalam Mozaik Kerapuhan.†Jurnal Manajemen … 1, no. 2 (2022).

“Law and Religion: National, International and Comparative Perspectives. By W. Cole DurhamJr. and Brett G. Scharffs. Aspen Publishers2010. Pp. 672. $60.00. Paper. ISBN: 0-735-58482-6.†Journal of Law and Religion 26, no. 1 (2010). https://doi.org/10.1017/s0748081400001119.

Librayanto, Romi, Marwati Riza, Muhammad Ashri, and Kasman Abdullah. “Penataan Kewenangan Mahkamah Konstitusi Dalam Memperkuat Independensi Kekuasaan Kehakiman.†Amanna Gappa 27, no. 1 (2019).

Marzuqoh, Ana Aini. “Prinsip Akuntabilitas Dalam Pemilihan Hakim Konstitusi.†Jurist-Diction 3, no. 4 (2020). https://doi.org/10.20473/jd.v3i4.20211.

Masrufah, and Arif Wibowo. “KEDUDUKAN DAN WEWENANG MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA.†Jurnal Penelitian Multidisiplin 2, no. 1 (2023). https://doi.org/10.58705/jpm.v2i1.108.

Md, Moh. Mahfud. Hukum Dan Pilar-Pilar Demokrasi. Gama Media. Vol. 75, 1999.

Md, Moh Mahfud. Politik Hukum Di Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2020.

Mochtar, Zainal Arifin. Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang. Yogyakarta: EA Books, 2022.

Pascal Wilmar Yehezkiel Toloh. “Politik Hukum Penguatan Partai Politik Untuk Mewujudkan Produk Hukum Yang Demokratis.†JAPHTN-HAN 2, no. 1 (2023). https://doi.org/10.55292/japhtnhan.v2i1.60.

Ríos-Figueroa, Julio A. “Institutional Design and Judicial Behaviour: Constitutional Interpretation of Criminal Due Process Rights in Latin America.†In New Constitutionalism in Latin America: Promises and Practices, 2012.

Rommy Patra. “PERAN MAHKAMAH KONSTITUSI SEBAGAI PENGAWAL DEMOKRASI DI INDONESIA.†Jurnal Komunikasi Hukum (JKH) 8, no. 2 (2022). https://doi.org/10.23887/jkh.v8i2.51180.

Sandoval, Excel Brayen, and Yudi Kornelis. “Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 70/PUU-XVII/2019: Hancurkan Independensi KPK?†Journal of Judicial Review 24, no. 1 (2022). https://doi.org/10.37253/jjr.v24i1.6732.

Sibarani, Mery R.L, and Armunanto Hutahean. “URGENSI PENGAWASAN EKSTERNAL HAKIM MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PENGUJIAN UNDANG-UNDANG BERDASARKAN KEKUASAAN KEHAKIMAN MENURUT UUD NRI 1945.†Honeste Vivere 34, no. 1 (2024). https://doi.org/10.55809/hv.v34i1.308.

Soekanto, Soerjono, and Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif; Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Press, 2009.

Suherman, Andi. “Implementasi Independensi Hakim Dalam Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman.†SIGn Jurnal Hukum 1, no. 1 (2019). https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.29.

Sumadi, Ahmad Fadlil. “Independensi Mahkamah Konstitusi.†Jurnal Konstitusi 8, no. 5 (2016): 631. https://doi.org/10.31078/jk851.

Sumodiningrat, Aprilian. “Meninjau Ulang Paradigma Pengujian Formil Oleh MK: Belajar Dari Diskursus Pengujian Terhadap Independensi KPK.†Jurnal Kajian Konstitusi 1, no. 1 (2021). https://doi.org/10.19184/jkk.v1i1.24455.

Surya, Faizal Adi, Lidya Christina Wardhani, Adissya Mega Christia, and Marsatana Tartila Tristy. “Penafsiran Konstitusi Tentang Kearifan Lokal (Studi Terhadap Peran Mahkamah Konstitusi).†Unes Journal of Swara Justisia 7, no. 4 (2024). https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i4.423.

Toloh, P W Y. “Politik Hukum Penguatan Partai Politik Untuk Mewujudkan Produk Hukum Yang Demokratis.†JAPHTN-HAN, 2023.

Triningsih, Anna, Achmad Edi Subiyanto, and Nurhayani Nurhayani. “Kesadaran Berkonstitusi Bagi Penegak Hukum Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Sebagai Upaya Menjaga Kewibawaan Peradilan.†Jurnal Konstitusi 18, no. 4 (2022). https://doi.org/10.31078/jk1848.

Versteeg, Mila. “Abusive Constitutional Borrowing: Legal Globalization and the Subversion of Liberal Democracy.†The American Journal of Comparative Law 71, no. 2 (2023). https://doi.org/10.1093/ajcl/avad027.

Wiryadi, Uyan, and Edy Dwi Martono. “Politik Hukum Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Nasional.†Krisna Law : Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana 6, no. 1 (2024): 1–10. https://doi.org/10.37893/krisnalaw.v6i1.790.

Xu, Weizhuo. “The International Process of Euthanasia Legislation Based on a Comparative Law Perspective.†Lecture Notes in Education Psychology and Public Media 11, no. 1 (2023). https://doi.org/10.54254/2753-7048/11/20230715.

https://www.hukumonline.com/berita/a/4-poin-penting-revisi-keempat-uu-mk- lt63edff388882a

https://nasional.kompas.com/read/2022/10/01/11284301/sosok-aswanto-hakim-mk-yang- mendadak-diberhentikan-karena-kerap-anulir

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-27

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Implikasi Wacana Evaluasi Hakim Mahkamah Konstititusi Pada RUU Tentang Perubahan Keempat Atas UU Nomor 24 Tahun 2003 Terhadap Independensi Mahkamah Konstitusi. (2025). Citra Justicia : Majalah Hukum Dan Dinamika Masyarakat, 26(1), 109-120. https://doi.org/10.36294/cj.v26i1.4882