POTENSI BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI DI BAWAH NAUNGAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN ASAHAN
DOI:
https://doi.org/10.36294/pamhyz59Abstrak
Pemanfaatan ruang bawah tegakan kelapa sawit melalui sistem tumpangsari merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi budidaya tanaman kedelai di bawah naungan kelapa sawit di Kabupaten Asahan ditinjau dari aspek pertumbuhan, hasil, ekonomi, dan keberlanjutan sistem. Naungan tajuk kelapa sawit menyebabkan penurunan intensitas cahaya yang memengaruhi pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil kedelai, terutama pada fase generatif. Namun demikian, tanaman kedelai menunjukkan kemampuan adaptasi pada tingkat naungan tertentu melalui perubahan morfologi dan fisiologi. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh pemilihan varietas toleran naungan serta penerapan teknik budidaya adaptif, seperti pengaturan waktu tanam, jarak tanam, dan manajemen hara. Dari sisi ekonomi, sistem tumpangsari kedelai–kelapa sawit berpotensi meningkatkan pendapatan petani, khususnya pada perkebunan kelapa sawit fase tanaman belum menghasilkan, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan tanpa perlu pembukaan lahan baru. Selain itu, integrasi kedelai sebagai tanaman leguminosa berkontribusi terhadap perbaikan kesuburan tanah dan mendukung prinsip pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, budidaya kedelai di bawah naungan kelapa sawit di Kabupaten Asahan memiliki prospek yang layak untuk dikembangkan sebagai bagian dari strategi intensifikasi pertanian berkelanjutan, dengan dukungan penelitian lanjutan, penyuluhan, dan kebijakan yang tepat.
Kata kunci: kedelai; kelapa sawit; tumpangsari; naungan; keberlanjutan; Kabupaten Asahan