ANALISA VARIASI PENEKANAN BRIKET TERHADAP LAMANYA HASIL PEMBAKARAN
Abstract
The increasing global energy crisis has encouraged the use of renewable and environmentally friendly energy sources. This study aims to analyze the effect of pressing pressure variations on the physical and combustion characteristics of biomass briquettes made from mixed materials of coconut shell, rice husk, and sawdust. The research employed an experimental method using three pressure variations of 1000 Psi, 1300 Psi, and 1600 Psi. The parameters observed included density, porosity, volume shrinkage, and combustion time. The results show that higher pressure reduces briquette volume while increasing density and combustion duration. The optimum pressure was found at 1600 Psi, producing the densest and most efficient briquettes with the longest burning time of 174 minutes. Briquettes from coconut shell exhibited the best performance due to high lignin and carbon content, making them suitable as an alternative renewable energy source.
Krisis energi yang meningkat secara global mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tekanan pengepresan terhadap karakteristik fisik dan pembakaran briket biomassa berbahan campuran tempurung kelapa, sekam padi, dan serbuk kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga variasi tekanan, yaitu 1000 Psi, 1300 Psi, dan 1600 Psi. Parameter yang diamati meliputi densitas, porositas, penyusutan volume, dan waktu pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tekanan menyebabkan penurunan volume briket, peningkatan densitas, serta waktu pembakaran yang lebih lama. Tekanan optimum dicapai pada 1600 Psi yang menghasilkan briket paling padat dan efisien dengan waktu pembakaran 174 menit. Briket tempurung kelapa menunjukkan performa terbaik karena kandungan lignin dan karbon tinggi, sehingga berpotensi sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan.