PENGARUH HORMON GONADOTROPHIN TERHADAP FEKUNDITAS IKAN NILEM (Osteochilus hasselti)

Penulis

  • Siti Zahra Universitas Asahan
  • Dian Puspitasari Universitas Asahan
  • Rumondang Rumondang Universitas Asahan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hormon gonadotrophin untuk merangsang ovulasi dan fekunditas ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2019, bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Asahan. Pada penelitian ini menggunakan induk ikan nilem berat rata-rata 35,7 gr/ekor. Pemijahan dilakukan dengan menggunakan wadah box styrofoam. Analisis data menggunakan ANOVA. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan 6 ulangan. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan dengan dosis yang berbeda dengan perlakuan A (0,5 ml/kg), perlakuan B (0,6 ml/kg), perlakuan C (0,7 ml/kg) dan perlakuan D (tanpa dosis). Hasil ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan hormon gonadotrophin dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap fekunditas ikan nilem (Ostechilus hasselti). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah telur tertinggi terdapat pada perlakuan C (0,7 ml/kg) sebanyak 1899 butir, diikuti perlakuan B (0,6 ml/kg) sebanyak 1765 butir, perlakuan A (0,5 ml/kg) sebanyak 1735 butir dan yang terendah pada perlakuan D (tanpa dosis) tidak terjadinya pemijahan pada perlakuan ini. Kata kunci: Pemijahan Semi Buatan, Ikan Nilem, Jumlah Telur.

Referensi

Effendie, M.I. 1979. Metoda Biologi Perikanan. Yayasan Dewi Sri. Bogor. 111 Hal.

Cholik F, Jagatraya AG, Poernomo RP, Jauzi A. 2005. Akuakultur Tumpuan Harapan Masa Depan Bangsa. Masyarakat Perikanan Nusantara dengan Taman Akuarium Air Tawar – Taman Mini “Indonesia Indahâ€. Jakarta

Mulyasari. 2010. Karakteristik Fenotipe Morfomeristik dan Keragaman Genotipe Rapd (Randomly Amplified Polymorphism DNA) Ikan Nilem Ostochillus hasselti di Jawa Barat. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Patriono, E., Junaidi E., Sastra F. 2010. Fekunditas Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Blkr.) di Muara Sungai Sekitar Danau Singkarak. Jurnal Penelitian Sains. 13 (3) : 56.

Setijaningsih, L. dan Sidi Asih. 2010. keberhasilan pembenihan ikan kelabau (osteochilus melanopleura blkr) sebagai upaya konservasi ikan lokal melalui manipulasi lingkungan dan hormon. Riset plasma Jurnal balai penelitian budidaya air tawar cijeruk, bogor. KSI-01

Sukendi. 2001. Biologi Reproduksi dan Pengendalian dalam Upaya Pembenihan Ikan Baung (Mystus nemurus12CV) dari Perairan Sungai Kampar Riau. Disertasi Program Pascasarjan IPB.

Susanto, H. 2005. BudidayaIkan di Pekarangan.Penebar Swadaya. Jakarta. 150 Hal.

Willougbhy, S. 1999. Manual of Salmonid Farming. Black Well Science. London.

Zahid, A. dan Charles P. H. Simanjuntak. 2009. Biologi reproduksi dan factor kondisi ikan Ilat-ilat (cynoglossus bilineatus lac 1802) (pisces: cynoglossidae) di pantai mayangan Jawa Barat. Jurnal-iktiologi Indonesia. 9(1): 85-89.

Zahid, A. dan Rahardjo, M.F. 2008. Komposisi dan strategi pola makanan ikan ilat-ilat Cynoglossus bilineatus (Lac.) (Pisces: Cynoglossidae) di perairan Pantai Mayangan, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. M8:1- 11.

Zairin, J.R. 2005. Pemijahan Ikan Tawes dengan Sistem Imbas Menggunakan Ikan Mas Sebagai Pemicu. Jurnal Akuakultur Indonesia. Vol 4 (2). Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian bogor.

Diterbitkan

2021-01-25

Terbitan

Bagian

Articles