UJI AKTIVITAS INFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Galur wistar)
DOI:
https://doi.org/10.36294/pionir.v7i1.2780Abstract
ABSTRAK Latar belakang : Inflamasi adalah suatu respon protektif terhadap cidera. Salah satu tanda inflamasi adalah edema. Kelor (Moringa oleifera L.) mengandung flavonoid sebagai zat berkhasiat utama. Flavonoid diketahui menghambat COX-2 pada proes inflamasi.Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan dosis efektif ekstrak sebagai anti-inflamasi. Metode : Eksperimental. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut tranol 80%. Uji aktivitas antiinflamasi yang dilakukan dibagi dalam 5 kelompok perlakuan. Setiap kelompok terdiri dari 3 ekor tikus putih. Kelompok pertama (kontrol negatif) diberikan 0,5% suspensi Na-CMC, kelompok ke-2 (kontrol positif) diberikan natrium diklofenak 2,25 mg/kgBB, sedangkan kelompok ke-3, ke-4 dan ke-5 secara berturut-turut diberikan ekstrak etanol daun kelor sebesar 100, 150, dan 200 mg/kgBB. Masingmasing tikus kemudian diinduksi menggunakan karagenan 1% secara subplantar. Volume radang diukur menggunakan plestimometer dilakukan selama 3 jam dengan interval waktu 30 menit. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA (analysis of Variance). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol negatif memiliki perbedaan yang signifikan dengan kelompok perlakuan lainnya dimana tidak menunjukkan efek anti-inflamasi. Kesimpulan : Ekstrak etanol daun kelor 200 mg/kgBB memiliki efek antiinflamasi yang paling baik dibandingkan dengan ekstrak etanol 100, 150 mg/kgBB, tetapi masih berada dibawah Na-Diklofenak. Kata Kunci : Ekstrak etanol, Moringa oleifera L., Anti-inflamasi, Volume radanReferences
inah Syarifah, Ramdhan Tezer, dan
Muflihani Yanis. 2015. Kandungan
Nutrisi dan Sifat Fugsional Tanaman
kelor (Moringa oleifera). Balai
pengkajian Teknologi Pertanian
Jakarta.
Elisabetta Battista. 2002. Crash Course
Pharmacologi. Penerbit Elsevisier
(Singapure) Pte Ltd. Edisi Pertama.
Halaman 288-290.
Fridiana Destyka. 2012. Skripsi.Uji
Antiinflamasi Ekstrak Umbi Rumput
Teki (Cyperus rotundus L) Pada Kaki
Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi
Karagenan. Fakultas Kedokteran
Gigi Universitas Jember.
Harbone J.B. 1987. Metode Fitokimia :
Penuntun Cara Modern Menganalisis
Tumbuhan. Penerbit ITB. Halaman
, 127.
Jonni M.S, Sitorus M., dan Katharina
Nelly. 2008. Cegah Malnutrisi
dengan Daun Kelor. Penerbit
Kanisius. Halaman 17-20, 40-41, 76-
Ketzung Batram G. 2002. Farmakoligi
Dasar dan Klinik. Penerbit Salemba
Medika. Edisi Kedelapan. Halaman 4
Krisnadi A.B. 2015. Kelor Super
Nutrisi. Blora : Pusat Informasi dan
Pengembangan Tanaman Kelor
Idonesia.
Marjoni, Riza. 2016. Dasar-Dasar
Fitokimia. Jakarta : CV. Trans Info
Media.
Oktawilianti Winda, Yuliarni Umi dan
Choesrina Ratu. 2015. Uji Aktivitas
Antiinflamasi dari Ekstrak Etanol
Daun Asam Jawa (Tamarandus
indica L) Terhadap Tikus Wistar
Jantan. Prosiding Penelitian, ISSN
-6472. Program Studi Farmasi,
Fakultas MIPA, UNISBA.
Paul Barber. 2012. Intisari Farmakologi
Untuk Perawat. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Halaman 90-93.
Pramitaningastuti A.S dan Anggraeny
E.N. 2017. Uji Efektivitas
Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun
Srikaya (Annona Squamosa L)
Terhadap Udema Kaki Tikus Putih
Jantan Galur Wistar. Jurnal Ilmiah
Farmasi 13 Januari 2017, ISSN 1693-
Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi.
Yayasan Farmasi Semarang.
Putra P.W.D, Dharmayudha A.A dan
Sudimartini L.M. 2016. Identifikasi
Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Daun
Kelor (Moringa oleifera L) di Bali.
Indonesia Medicus Veterinus
Oktober 2016.,ISSN 2301-78.
Fakultas Kedokteran Hewan.