PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP KEMAMPUAN MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARAPADA SISWI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 BALIGE KABUPATEN TOBA
ABSTRAK Kanker payudara merupakan kondisi dimana selnya telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengakibatkan pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali yang terjadi pada jaringan payudara. Penyakit ini masih menjadi masalah besar di dunia maupun di Indonesia. Salah satu cara untuk mencegah kanker payudara yaitu dengan melakukan SADARI. Namun wanita yang melakukan SADARI masih rendah karena kemampuan melakukan SADARI masih kurang. Salah satu langkah awal meningkatkan kemampuan dengan melakukan pendidikan kesehatan, karena dengan adanya pendidikan kesehatan dapat memberikan pengetahuan baru sehingga meningkatkan kemampuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap kemampuan melakukan deteksi dini kanker payudara pada siswi kelas XI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasiexperimental yang menggunakan rancangan one group pre test-post test design. Instrumen penelitian menggunakan SOP dan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI di SMA Negeri 1 Balige Kabupaten Toba yang berjumlah 165 siswi dengan jumlah sampel 14 siswi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang merupakan non probability sampling. Analisa data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Penelitian ini menunjukkan sebelum pendidikan kesehatan 71,4% siswi tidak mampu melakukan SADARI dan setelah pendidikan kesehatan 57,1% mampu melakukan SADARI dengan nilai p value= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan adalah ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Pemeriksan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap Kemampuan Melakukan Deteksi Dini Kanker Payudara pada Siswi Kelas XI di SMA Negeri 1 Balige Kabupaten Toba. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, SADARI, Kemampuan