ABSTRAK Beban kerja merupakan seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan di dalam satu unit organisasi atau pelayanan keperawatan yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentudan merupakan hasil kali antara volume kerja dan waktu kerja. Konflik kerja merupakan pertentangan antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok dalam sebuah organisasi yang timbul karena persaingan yang tidak sehat diantara rekan kerja, namun konflik kerja juga dapat menimbulkan dampak positif seperti meningkatnya dinamika kerja sehingga pencapaian kerja menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan tingkat konflik yang terjadi diruang rawat inap RSU Kabanjahe. Jenis penelitian ini menggunakan survei yang bersifat analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat dengan jumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan total sampel sebanyak 40 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dan uji yang digunakan yaitu uji Chi – square.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas beban kerja responden dengan kategori sedang sebanyak 62.5% dan konflik kerja dengan kategori ringan sebanyak 57.5%.Ada hubunganantarabeban kerja perawat dengan tingkat konflik kerja yang terjadi di Ruang Rawat Inap RSU Kabanjahe Tahun 2020 dengan nilai p = 0,000< 0,05dengan menggunakan uji korelasi Chi – Square. Hasil penelitian menyatakan Ada Hubungan.antara beban kerja perawat dengan tingkat konflik kerja yang terjadi di Ruang Rawat Inap RSU Kabanjahe Tahun 2020. Saran : perlunya dibuat suatu kebijakan terkait dengan pengembangan karir perawat yang berdasarkan kompetensi dan kinerja agar mereka tetap termotivasi dalam bekerja. Kata Kunci : Beban Kerja Perawat, Tingkat Konflik Kerja